Pemilihan Umum (Pemilu) selesai, Pemkab Berau langsung tancap gas melaksanakan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tahun 2024, dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Berau Tahun Anggaran Tahun 2025.
Anggoro Fadjar Suseno, Biatan
KECAMATAN Tabalar menjadi yang pertama disambangi Bupati Berau Sri Juniarsih, Wakil Bupati Berau Gamalis, beserta rombongan dalam pelaksanaan musrenbang tahun ini. Adapun usulan yang sudah masuk dalam Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) dari Kecamatan Tabalar sebanyak 350 usulan.
Dalam kesempatannya, Camat Tabalar, Tri Anggoro Raharjo mengatakan, usai pihaknya melaksanakan kegiatan musrenbang tingkat kampung ada beberapa usulan yang menjadi prioritas, di antaranya perbaikan sepanjang 7 kilometer jalan poros dari Kecamatan Sambaliung ke Tabalar.
“Jalannya masih sangat ‘bergelombang’. Kami minta jalan itu diselesaikan juga. Karena sering terjadi kecelakaan di jalan itu, bahkan menyebabkan korban jiwa,” ungkap Tri, Senin (19/2).
Selain itu, fasilitas pelayanan listrik menjadi salah satu hal yang juga penting untuk segera dipenuhi. Katanya, masih banyak kampung yang ada di Kecamatan Tabalar belum mendapatkan pelayanan listrik, di antaranya Kampung Semurut, dan Tabalar Muara bagian laut.
“Termasuk juga di sana belum ada pelayanan air bersih, serta internet juga menjadi usulan prioritas dari 6 kampung di Kecamatan Tabalar,” bebernya.
Dirinya berharap usulan prioritas yang pihaknya sampaikan pada musrenbang tahun ini bisa maksimal direalisasikan oleh Pemkab Berau.
Usai mengikuti musrenbang di Tabalar, tim langsung bergerak ke musrenbang di Kecamatan Biatan. Satu hal yang paling diharapkan masyarakat, khususnya yang berada di Kampung Biatan Ulu ialah pemerintah kabupaten bisa segera menuntaskan persoalan batas kampung dengan Kabupaten Kutai Timur.
Kata Kepala Kampung Biatan Ulu, Syamsul, pihaknya berharap permasalahan ini bisa segera dituntaskan, sehingga kejelasan tapal batas wilayah tidak menyebabkan permasalahan sosial baru lainnya. Apalagi berdasarkan informasi yang pihaknya terima, Kementerian Dalam Negeri sudah melakukan melakukan penetapan batas wilayah tersebut.
“Informasinya Kemendagri sudah turunkan SK penetapan. Kami harap ini bisa segera dikejar, sehingga ada kejelasan,” pintanya.
Sementara Bupati Berau, Sri Juniarsih, menuturkan, Pemkab Berau akan terus mendorong peningkatan guna kemajuan Kecamatan Tabalar dengan enam Kampung yang ada melalui berbagai program yang dijalankan.
“Ini terbukti dari rencana kita di tahun ini dengan pembangunan fisik infrastruktur jalan dan bantuan di bidang-bidang lainnya untuk kemajuan kampung,” tuturnya.
Sri mengakui, pihaknya terus berbenah diri untuk berupaya menyediakan dan menjemput anggaran untuk memaksimalkan berjalannya program lebih maksimal.
“Anggaran akan kita perjuangkan. Baik anggaran dari APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) Berau, Bankeu (Bantuan Keuangan), maupun Pemerintah Pusat. Jadi tergantung pada pihak mengelola anggaran itu saja lagi seperti apa,” katanya.
Terkait permasalahan tapal batas antara Kampung Biatan Ulu dan Kabupaten Kutai Timur, Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau, Endah Ernany Triariani yang turut ikut dalam rombongan mengatakan, permasalahan tersebut akan menjadi atensi besar Pemkab Berau. Dalam beberapa waktu ke depan, pihaknya bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya yang terkait akan melaksanakan rapat koodinasi terkait hal tersebut.
“Ini jadi informasi baru untuk kita, tentu akan menjadi perhatian dan akan dibahas dengan OPD terkait,” pungkasnya. (*/sen/sam)
