Categories Utama

Petani Talisayan Butuh Bantuan Benih Jagung

TALISAYAN – Kepala Kampung Campur Sari, Talisayan, Silfanuddin mengeluhkan kebutuhan jagung yang cukup tinggi.

Perlu diketahui, Kampung Campur Sari bermitra dengan Kampung Labanan Makarti untuk membantu menyediakan suplai bahan baku pakan dari jagung yang merupakan komoditas andalan di Talisayan.

“Benih jagung dibutuhkan masyarakat, tiba-tiba hilang. Padahal pesanan jagung luar biasa untuk di Talisayan,” terangnya, Selasa (20/2).

Labanan Makarti melalui Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) diungkapkannya membutuhkan suplai jagung sebanyak 8 ton. Namun kejayaan Talisayan dengan produksi jagung kini meredup. Bahkan untuk memenuhi kebutuhan di Berau sudah tidak bisa disanggupi.

“Kemarin saya dihubungi Labanan Makarti meminta 8 ton, tidak bisa sediakan,” terangnya.

Dirinya menyampaikan kebutuhan benih jagung sangat dibutuhkan masyarakat, untuk mendongkrak kembali produksi jagung di Talisayan.

Senada dengan Silfanuddin, Kepala Kampung Eka Sapta, Syamsul juga mengeluhkan hal tersebut. Padahal, beberapa tahun lalu, Kampung Eka Sapta kerap mengadakan panen raya jagung sebagai simbol kemakmuran produksi jagung di Talisayan.

“Keluhan kami berkurangnya bibit jagung jadi masalah. Walaupun Alhamdulillah ada saja saat ini dari dewan,” ujarnya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Pertanian, I Putu Sention menerangkan, Talisayan berdasarkan penetapan Surat Keputusan Kementerian Pertanian ditunjuk sebagai wilayah pengembangan jagung. Sehingga, perhatian kerap diberikan tak hanya dari Pemerintah Kabupaten Berau saja.

“Di mana Saprodi dan Alsintan didukung dari APBN dan APBD Kaltim. Tahun selanjutnya secara pelan diarahkan dari kabupaten,” ujarnya.

Untuk 2024 ini, melalui APBD Kaltim terdapat bantuan benih jagung untuk 1.000 hektar luasan lahan. Dari APBD Berau seluas 100 hektar dan 234 hektar.

Kondisi anggaran pun diamini Putu, jika DTPHP memiliki pagu anggaran yang tidak besar, sehingga perlu perhatian lebih untuk menangani hal tersebut.

“Anggaran kami kecil dan saat ini dibutuhkan alat mesin pertanian,” ujarnya.

Terpisah, Bupati Berau, Sri Juniarsih meminta Kepala Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan (Bapelitbang) Berau untuk mengawal usulan tersebut, agar benar-benar terealisasi di tahun ini.

“Tolong ini diperhatikan, anggarannya coba dinaikkan, karena ini (jagung, red) sudah diterapkan sebagai produk unggulan,” lugasnya. (sen/arp)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *