TANJUNG REDEB – Pasca Pemilihan Umum (Pemilu) pada Rabu (14/2) lalu. Dinas Kesehatan (Dinkes) Berau terus memonitoring calon legislatif (Caleg) yang depresi atau terkena gangguan jiwa.
Kepala Dinkes Berau, Lamlay Sarie mengatakan, pihaknya belum menemukan kasus caleg yang mengalami depresi.
“Semoga saja tidak ada, tetapi jikalau memang ada caleg yang deprasi, kami sudah siap untuk menanganinya,” ujarnya kepada Berau Post, Selasa (20/2).
Langkah antisipasi tersebut dilakukan karena berkaca dari daerah-daerah lain. Di mana, banyak caleg yang terkena gangguan jiwa akibat gagal lolos ke parlemen.
“Seperti berita yang berseliweran di media sosial banyak caleg yang depresi, jika memang di Berau ada kami sudah antisipasi,” sebutnya.
Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Puskesmas di setiap kecamatan. Sebagai salah satu cara agar dapat memonitor terjadinya hal tersebut.
“Karena jika kecamatan yang jauh dari kota itu kita sudah memonitor, jadi dengan berkoordinasi dengan pihak puskesmas itu salah satu langkah sehingga mereka juga dapat memonitor nantinya,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kepala Seksi Asuhan Mutu dan Pelayanan Medis RSUD dr Abdul Rivai, dr Erva Anggriana mengatakan, setiap pemilu dilaksanakan, sudah menjadi prosedur RSUD untuk menyiapkan ruang perawatan pasien gangguan jiwa.
“Sudah menjadi protokol kami untuk menyiapkan itu,” ujarnya.
Dikatakannya, saat ini Ruang Tulip tersedia 13 kamar rawat inap, satu instalasi gawat darurat. Dengan formasi 13 perawat, 1 dokter umum dan 1 dokter spesialis. “Saat ini ada 7 pasien yang dirawat di ruang tulip,” katanya.
Menurutnya, jika pasca pemilu didapati lonjakan pasien, pihaknya telah menyiapkan satu ruang khusus yang bisa dijadikan alternatif ruang perawatan bagi pasien.
“Kami masih ada satu ruangan, nantinya bisa digunakan untuk pasien yang memiliki tingkat depresi ringan,” tegasnya.
Sementara itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih mengharapkan para caleg yang gagal dapat menjaga kesehatan dan mentalnya saat menghadapi pemilihan kali ini.
“Ruangan tersedia hanya kita antisipasi semoga tidak dipakai, semuanya siap menang dan siap kalah,” tandasnya. (aky/arp)
