Categories Utama

Pleno Tiga Kecamatan Rampung, Gunung Tabur ’Dihiasi’ Keributan

TANJUNG REDEB – Penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 masih berlangsung di tingkat kecamatan termasuk di antaranya hasil pemungutan suara anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Berau. Sejumlah kecamatan juga diketahui sudah selesai melakukan pleno di antaranya Kecamatan Kelay, Bidukbiduk, dan Pulau Derawan.

Kata Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Berau, Budi Harianto, proses rekap akan sesuai dengan banyaknya jumlah TPS dan kampung di masing-masing kecamatan. Jika sedikit, tentunya proses akan lebih cepat. “Seperti di Kelay, dalam 3 hari setelah pencoblosan langsung selesai. Karena warga di sana juga lebih sedikit,” ungkapnya diwawancara, kemarin (20/2).

Karena itu juga menurut Budi, kemungkinan Kecamatan Tanjung Redeb akan selesai lebih lama, bahkan bisa saja lebih dari 10 hari. Mengingat jumlah warganya yang banyak sehingga jumlah TPS. Diharapkan tidak ada kendala yang berarti dan proses rekap di kecamatan berjalan lancar dan cepat. “Sementara saya belum dapat informasi untuk kecamatan lain,” ucapnya.

Sementara, dalam pleno yang terlaksana di Kecamatan Gunung Tabur sempat diwarnai saling keributan. Dalam video berdurasi kurang lebih 1 menit yang beredar, memperlihatkan salah satu saksi melakukan protes hingga upaya aksi kekerasan dengan melempar kursi kepada salah satu orang yang berada di lokasi tersebut.

Hal itu pun tidak ditampik Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (HP2H) Bawaslu Berau, Natalis Wada. Kejadian itu katanya terjadi kemarin siang pihaknya yang mendengar informasi tersebut pun bersama tim langsung turun langsung ke lapangan untuk mengetahui kejadian itu. “Kami sudah memonitor, dan memang ada sedikit keributan,” ujarnya dikonfirmasi kemarin.

Saat melakukan diskusi bersama kedua belah pihak, dijelaskan Natalis bahwa itu adalah hal teknis salah salah satu partai atau masalah di internal partai. “Karena seperti kita tahu, bahwa sekarang ini konfliknya bergeser ke sesama internal, karena saat ini mereka (Partai, red) berbicara soal unggul mengungguli,” katanya.

Tetapi saat melakukan diskusi, perselisihan antara keduanya sudah selesai, tidak ada lagi gesekan-gesekan. “Semua sudah selesai dan tidak ada lagi masalah, saat ini juga pleno rekapitulasi masih terus berjalan di Kecamatan Gunung Tabur,” jelasnya.

Dirinya berharap jangan sampai kejadian ini terulang. Jika ada kericuhan yang menganggu proses perhitungan suara, pihaknya tidak akan segan-segan memberi sanksi. Dia juga mengimbau agar pengawas bisa melakukan sterilisasi di lokasi perhitungan suara, bagi yang tidak berkepentingan tidak diperbolehkan untuk berada di dalam lingkungan penghitungan suara.

“Untuk para saksi, saya meminta juga jangan langsung naik pitam. Semua bisa dibicarakan dan semua ada regulasinya. Jika tidak sesuai bisa laporkan, jangan langsung main marah atau hal-hal yang dapat mengganggu jalanya penghitungan suara,” tandasnya.

Sementara Camat Gunung Tabur, Lutfi Hidayat, enggan berkomentar banyak terkait hal itu, pasalnya kegiatan tersebut pemerintah dalam hal ini Kecamatan Gunung Tabur tugasnya hanya membantu atau memfasilitasi kegiatan pleno tersebut. “Kebetulan saya juga tidak ada di lokasi saat kejadian. Dan juga saya tidak bisa berkomentar karena itu bukan ranah saya,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kasat Reskim Polres Berau, AKP Ardian Rahayu Priatna. “Saya belum menerima laporan, nanti saya tanya kepada personel dahulu terkait permasalahan ini,” singkatnya. (*/aja/aky/sam)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *