SAMBALIUNG – Sebanyak dua unit mobil Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Berau ditempatkan di Kampung Pegat Bukur, Sambaliung sejak Senin (19/2).
Dijelaskan Kepala Disdukcapil Berau, David Pamuji, penempatan mobil berserta timnya itu merupakan perintah Bupati Berau, Sri Juniarsih usai mengunjungi korban kebakaran di Kampung Pegat Bukur pada Minggu (18/2) lalu.
“Kami langsung kirim, sudah mulai mendata kembali sejak kemarin (Senin, red),” ujarnya, Selasa (20/2).
Para petugas, diterangkannya berusaha memulihkan data kependudukan yang tercatat pada sistem Administrasi Kependudukan (Adminduk) dengan bermodalkan minimal KTP dalam bentuk fotocopy.
Pihaknya juga bekerja sama dengan pemerintah kampung, serta dengan perusahaan tempat korban-korban kebakaran bekerja.
“Karena kerukan kebakaran ini hampir tidak menyisakan apa-apa, maka kami juga menggandeng perusahaan untuk meminta data bagi korban yang benar-benar tidak sempat menyelamatkan data kependudukannya,” terangnya.
Nantinya, pemulihan data kependudukan fisik tak hanya terbatas pada Kartu Tanda Penduduk (KTP), melainkan juga beberapa data kependudukan lainnya jika terdapat. “Misalnya selain KTP ada KK atau KIA juga ikut dipulihkan,” jelasnya.
Selain itu, pemulihan juga tidak hanya untuk masyarakat Berau, melainkan juga bagi perantau yang bekerja di Berau. Namun data kependudukan mereka juga akan ikut dipulihkan. Sebab, pihak Disdukcapil hanya mencetakkan saja, namun data bisa diakses secara global menggunakan sistem mereka.
“Oleh karenanya kami bawa dua mobil, sehingga mereka bisa cepat dan mengakses data langsung melalui SIAK,” ujarnya.
Pemulihan ini diungkapkannya belum bisa diprediksi hingga kapan, tentunya Disdukcapil terus berusaha memulihkan data masyarakat yang terdampak pada bencana tersebut. “Tidak ada target, hingga hari ini (Selasa, red) masih terus berproses,” pungkasnya.
Sebelumnya, Bupati Berau, Sri Juniarsih mengatakan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) akan mendatangi lokasi kejadian guna melakukan pendataan terhadap korban yang kehilangan data kependudukan. Hal ini segera diurus lantaran data kependudukan sangat penting.
“Besok (Senin, red) Dukcapil sudah saya minta untuk datang mendata terkait data kependudukan masyarakat, sehingga bisa diurus kembali,” ujarnya.
“Saya juga sudah minta Dinsos dan BPBD untuk memenuhi beberapa kebutuhan masyarakat yang menjadi korban, seperti kebutuhan makan, alat mandi dan kebutuhan untuk tidur,” pungkasnya. (sen/arp)
